Minggu, 23 Januari 2022

Review Buku : Aria France

                                                            
Sampul Buku Aria France
 Judul Buku      : Aria France
   Genre              : Teens, Spiritual, Fantasy
   Penulis            : Elsi Indah Pratiwi
   Penerbit          : Alinea Media Pustaka
  Harga Buku     : Rp. 77.000,- 
  Blurb              : Aria seorang gadis SMA yang ceria, pintar, dan cantik selalu menyelesaikan masalah yang dia hadapi secara logis, ia tak percaya dengan keberadaan Tuhan, hingga suatu hari dia mengalami kejadian yang tak terduga di kehidupannya yang tak bisa ia jelaskan dengan ilmu pengetahuan. Bagaimanakah Aria menghadapi dunia baru yang tak pernah ia bayangkan?



Buku ini menceritakan seorang gadis yang bernama Aria France, walau ia tak mempercayai akan keberadaan Tuhan ia tetap menjalani kehidupan yang ceria. Awalnya buku ini menceritakan keseharian Aria France, ada beberapa konflik kehidupan sehari-hari yang dibahas di dalam buku ini yang sering terjadi di lingkungan sekolah. banyak pesan-pesan yang ingin disampaikan di dalam buku ini. Prinsip, Keluarga dan Pertemanan sangat ditonjolkan di setiap konflik yang ada. 

" Kalian mencaci orang lain, menghakimi, apa kalian lebih baik darinya? Apa derajat kalian cukup tinggi? Apa bedanya kalian dengan dia yang kalian sebut pendosa ini?" (salah satu dialog yang cukup menarik dari buku ini)

Ceritanya menarik dan dibumbui dengan komedi yang ringan.











Buku ini bisa dibeli di e-commerce Shoope atau Instagram Penerbit @alineapublishing dan juga di google playbook


Kamis, 20 Januari 2022

Semu

" Dulu semuanya seakan menyejukkan dan memberi janji kebahagiaan. Tapi semuanya hanya dusta, semuanya hanya kebohongan belaka. Bohong !! Hanya kebohongan yang mereka janjikan. Mereka merusak kepercayaan tentang arti sebuah kejujuran. Mengapa mereka tega melakukan ini semua ? Kecewa, hanya itu yang aku dapatkan sekarang, kekecewaan yang begitu mendalam hingga membuatku benci dengan diriku sendiri"

Pecundang Lemah

Kadang kita sedih, kadang kita bahagia
Sukses ataupun gagal
Semuanya datang silih berganti

Apakah kita seorang pecundang atau seorang petarung?
Ketika kau rapuh maka mereka bilang kau tak akan bisa bertahan di dunia ini..

Jadi..
Apakah kita harus mati saja?
Tidak..
Mati mungkin memang pilihan,
Tetapi kita harus tetap hidup

Walau terasa berat,
Penuh air mata setiap harinya,
Kita harus tetap hidup..
Bertahanlah..

Suatu hari nanti waktu keemasanmu akan datang..
Sambutlah hari itu, ketika nanti semua orang tak lagi berkata bahwa kau pecundang lemah..


Selasa, 18 Januari 2022

Disudut, Tanpa Perlu Diperhatikan

Ketika baca judulnya mungkin pada bingung sebenarnya ini tulisan apaan ya, disudut ? tidak diperhatikan ? mungkinkah itu "DEBU"

Bukan,itu bukan debu, itu adalah aku. aku? iya aku, aku yang sedang nulis ini, kenapa disudut ? mungkin aku debu ? bukan. maksud tulisan disini adalah aku mungkin orang yang sering ga diperhatikan dan tanpa sadar aku memerhatikan orang-orang disekitarku, ya aku adalah seorang pengamat dari jauh, bukan pengamat bola atau pun pengamat politik, tapi aku lebih menjadi pengamat dunia yang ada disekelilingku.

Memperhatikan hal-hal kecil yang terkadang dilewatkan banyak orang. Hal-hal kecil yang bisa membuatmu merasa bahagia ataupun sedih. Senyuman dan rengutan yang terkadang tak kau sadari, tapi aku melihatnya.

Aku bahagia menyadari hal-hal kecil itu, disudut tanpa disadari oleh siapa pun. Itu adalah keikutsertaan ku dalam memperhatikan dunia. 



Note : Tulisan ini dibuat beberapa tahun yang lalu, oleh diriku yang selalu merasa tak layak mendapat spot light dari mana pun dan aku nyaman menjadi warga pinggiran yang menikmati spotlight dan pertunjukan yang sedang terjadi

One Way Love

The day i think im in a heaven
Always smile when i see you
Never past a day without thinking bout you
Im fell in love

But people said im insane
Cause you've never look at me
Never smile at me
And fall in love with other not me

I was like in a flower garden and fire blaze in the same time
I was life but I'm not
Im in love but hurt too

Someday i realize
You're not for me
It only me who fallin in love here
Am i can stop for loving you?

Selasa, 03 Agustus 2021

Masa Pandemi Cov*d

Hari - hari ku seperti biasanya, dirumah menghabiskan waktu bersama keponakanku. Di masa pandemi seperti ini aku tak terlalu kesulitan karena aku sendiri jarang keluar rumah.

Terkadang masih heran dengan orang - orang yang denial sama virus. Walau ga keliatan tapi ga bisa dipungkiri kalo corona ini nyata. Apalagi dengan tambahan kalimat "ya kalo udah takdirnya mau meninggal ya meninggal aja, bukan karena virus" bener hidup dan mati emang takdir dari Allah, tapi sebagai orang yang berakal tentu kita harus ikhtiar, ga gitu aja nerima kematian. Orang kecelakaan meninggal ya takdir, orang dibunuh meninggal takdir juga tapi ga semua orang bisa nerima itu kan, ketika ada yang meninggal karena korban pembunuhan trs kamu bilang "itu kan udah takdir dia" gabisa kya gitu sayang. Kalo gitu misalnya sakit flu atau demam jangan nyari obat ya, karena kalo mau meninggal ya meninggal aja kan udah takdir jd gausah cari - cari obat.

Itu kenapa kita harus tahan ego buat jalan - jalan, ga pake masker dan nongkrong - nongkrong. Mungkin kamu ngerasa superior dan ga percaya sama si virus ini tapi ada orang - orang yang imunnya mungkin ga sekuat kamu, alangkah bijaknya jika kamu pake masker dan taat prokes. Dengan begitu kamu bisa nyelametin nyawa banyak orang.

Dan buat yang bikin party entah itu nikahan atau apapun, tolong taat prokes, jangan karena keinginan kita pribadi yang mau punya party mewah jd ngorbanin banyak orang, kita ga pernah tau yang dateng ke pesta nikahan kita itu bebas virus atau engga. Udah banyak banget yang tiba - tiba kena virus cov*d massal karena pergi nikahan. Sekali lagi jangan bersembunyi dibalik kata "takdir" kalian bisa ngindarin itu dengan taat prokes, kalo udah taat prokes dan masih kena juga baru itu namanya takdir. 

Di masa kya gini kita harus semakin down to earth, maksimalin waktu yang dikasih entah itu buat istirahat sejenak atau ngabisin waktu sama keluarga. Buat yang masih harus bekerja di masa pandemi gini semoga rejekinya ada aja ya, dan ttep sehat, taat prokes please biar semuanya bisa kembali normal.

Jangan jadi orang - orang yang ngeluh sama pemerintah ini itu kalo sendirinya masih ga taat prokes, karena bisa jadi kamu juga menjadi penyumbang penyebaran virus. Aku bukan orang yang pro pemerintah tapi kalo kita kya gini terus mau sampe kapan kan. Sedih aja liat ponakan yang masih kelas 1 sd belajar dirumah, gabisa main sama temen-temen disekolah, tugasny dikerjain sendirian. Padahal di masa yang sekarang waktunya dia bersosialisasi sama temen - temen di sekolah. 

Sekian dari aku yang selalu dirumah ♡

Senin, 22 Juli 2019

-♡-

Terkadang kau berpikir apa yang telah kau lalui dan jalani akan berujung pada kesia-siaan tapi cobalah lihat semua proses yang kau jalani dari sisi lain, mungkin ada beberapa bagian yg terlewat kau lihat, tanpa kau sadari dan itu akan menjadi sebuah buah yang sangat manis. Syukuri dan bersungguh-sungguh lah dalam setiap jalan yang kau pilih, entah itu kau pilih karna ketidaksukaan mu terhadap seseorang ataupun memang itu yang sangat kau inginkan. Jika itu tidak merugikan dirimu dan orang lain, maka lakukanlah sekuat tenaga, berjuanglah, jika tak bisa berlari maka berjalanlah, jika tak bisa berjalan maka merangkaklah, sampai mencapai tujuan dan ketetapan yang sudah ditetapkan untuk dirimu dalam sebuah kebaikan