Minggu, 02 September 2012

When we have Mistake and who the real our friend..



This is my story about me, my friend, and what I feel when I cry..
What the Best Friend ?

Ini bukan kisah persahabatan anak remaja yang alay dan ngerasa kalo sahabat itu harus bersama-sama dalam apapun tetapi disini aku bercerita tentang persahabatan yang berusaha mengerti sahabatnya tanpa ada paksaan atau pun ngelarang sahabatnya temenan dengan orang lain.

Sewaktu sekolah kalian semua pasti punya temen deket, biasanya disuatu sekolah pasti ada beberapa kelompok anak sekolah yang mempunyai nama grupnya masing-masing..

Akupun juga begitu dari SMP, SMA aku punya teman yang berganti-ganti beberapa kali ganti nama kelompok.. hahaha dasar ababil tapi ini kisah dimana seorang sahabat berusaha mengerti dan memahami apa yang sahabatnya rasakan..

Dulu aku tidak pernah seperti ini, tapi ini aku rasakan setelah aku bertemu Mereka yang kurasa mengerti aku sebagian kecil, walaupun tak sepenuhnya bisa mengerti ku, tapi aku sangat menyayangi mereka dan mereka sangat berarti untuk ku..

Kenapa mereka sangat berarti untukku, karna mereka ada disaat aku butuh mereka, walau terkadang aku tak bercerita kepada mereka, tapi mereka terkadang tau jika aku sedang ada masalah dan aku butuh nasehat dan lelucon yang selalu mereka berikan kepada ku. Aku tipe orang yang berusaha menutup keluh kesahku terhadap semua orang, karna aku tak ingin membuat orang-orang sedih dan ikut memikirkan masalah ku, aku memiliki beberapa sahabat yang mengerti aku, ntah itu teman dari SD, SMP dan SMA mereka semua selalu mendengarkan aku disaat aku ingin bercerita keluh kesahku, tetapi ada juga beberapa orang yang sudah membuat ku comfort berbagi tetapi mereka meninggalkan aku. Sakit rasanya, dan sangat tidak enak mengetahui orang yang kita percaya bisa berbagi tetapi dia meninggalkan kita demi seorang “PACAR”, padahal dulu sebelum dia bertemu sii pacar ceritanya sama kita, tapi terus udah ada pacar kitanya di kubur dalem-dalem.. hahha

Dan orang-orang disini yang aku panggil Mereka, mereka tidak pernah meninggalkan ku, ada dikala aku selalu ingin bercerita, walaupun terkadang aku tak mengharapkan jawaban yang mereka berikan, karna terkadang responnya nyakitin, terus kadang dianggap becanda. Tapi aku menghargai itu semua karna mereka mau mendengarkan suara ku..

Walaupun aku terkadang hanya bercerita sebagian dan mungkin itu gak adil karna aku tak sepenuhnya bercerita kepada mereka, padahal aku sudah menganggap mereka semua sahabat-sahabatku. Bukan maksud mau nyembunyiin itu semua, tetapi lebih dimana aku memilah cerita yang ingin aku sampaikan itu akankah menyakiti perasaan orang lain atau tidak..

Dan aku benar-benar panik dikala aku tidak sengaja menyakiti perasaan mereka semua, orang-orang yang ku anggap sahabat.  Kejadian ini tak akan pernah aku lupakan. Karna sebagai manusia kita semua pasti tak akan luput dari kata khilaf dan aku pun begitu, aku membuat sebuah kesalahan dan membuat salah satu sahabat ku bersedih, ketika ia meluapkan semua isi hatinya, keluh kesahnya dari akun jejaring sosialnya aku benar-benar terdiam dan seketika air mata mengalir deras dipipiku, sunyi malam itu pecah dengan isak tangisku saat melihat statusnya. Sedih bukan ketika mengetahui apa yang kau lakukan salah, padahal kau hanya iseng melakukannya. Tanpa pikir panjang akupun langsung mengirim pesan singkat kepadanya malam itu, ia tak membalas dan pikiran ku amat sangat kacau malam itu, aku terus menangis hingga jam menunjukkan pukul 01.00 wib, ntah berapa lama aku sudah menangis. Dan dengan perasaan bersalah aku berusaha menjalani hari-hariku, walau sahabatku yang lain mensupport aku agar menggapnya biasa karna aku tlah meminta maaf dan kita semua pasti akan berbaikan. Setelah 2 hari kemudian baru dia membalas dan ia berkata bahwa kemarin ia tak memiliki pulsa dan ia pun juga meminta maaf, sangat lega rasanya mengetahui bahwa kami telah bermaafan. Dalam fikiranku bagaimana rasanya jika kami bertemu dan apakah akan seperti dulu, atau semuanya terasa canggung.. Oh God, help me, buatlah semuanya kembali seperti semula. Hari itu ternyata teman-teman ngajak ngumpul bareng, tapi aku lagi sama sahabat ku yang lain. Kenapa semunya harus terjadi disaat waktu bersamaan, aku harus memilih dengan siapa aku harus bersama. Tetapi disini aku harus konsekuen, karna aku tlah pergi dengan sahabatku yang k2, jadi aku gak bisa ikutan ngumpul dengan teman-temanku yang lain. Bingung lagi, pasti ntar mereka marah. Tapi ternyata mereka tidak marah, hanya saja mereka bilang aku terlalu ngeksis lantaran sekarang susah dihubungi, itulah kelebihan mereka, walaupun salah seorang sahabatnya tidak bisa hadir karna sudah duluan bersama orang lain. Mereka berusaha mengerti, mungkin saja kan mereka jengkel, tapi itu tidak diperlihatkan mereka dan aku merasa “aman” . senang rasanya bisa bersama mereka yang ingin mengerti dengan keadaan yang dihadapi oleh temannya yang lain. Terkadang jika kita sudah memiliki teman yang bisa dibilang sehati, jika kita udah bersama orang lain, maka temannya itu marah dan bilang pergi aja dengan sahabatmu yang baru. Mungkin karna dia tak di posisi temannya yang harus memilih antara teman baru dan teman lama, maka ia bisa berkata seperti itu. Kita berusaha bersikap adil, tetapi terkadang teman kita tidak begitu mengerti. Sangat sulit menemukan teman atau sahabat yang mengerti dengan keadaan kita. Walaupun terkadang ada rasa cemburu dengan teman barunya, tetapi ingatlah bahwa dia tak akan pernah lupa denganmu, karna kau dan dia telah sama-sama tau sifat masing-masing. Teman baru bukan selamanya akan ada untuk mu, karna kau belum mengenalnya seutuhnya, tetapi teman lama mu yang sudah seperti keluargamu sendiri, pasti akan selalu ada untukmu disaat kau sedih dan senang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar