This is my story about me, my
friend, and what I feel when I cry..
What the Best Friend ?
Ini bukan kisah persahabatan anak
remaja yang alay dan ngerasa kalo sahabat itu harus bersama-sama dalam apapun
tetapi disini aku bercerita tentang persahabatan yang berusaha mengerti
sahabatnya tanpa ada paksaan atau pun ngelarang sahabatnya temenan dengan orang
lain.
Sewaktu sekolah kalian semua
pasti punya temen deket, biasanya disuatu sekolah pasti ada beberapa kelompok
anak sekolah yang mempunyai nama grupnya masing-masing..
Akupun juga begitu dari SMP, SMA
aku punya teman yang berganti-ganti beberapa kali ganti nama kelompok.. hahaha
dasar ababil tapi ini kisah dimana seorang sahabat berusaha mengerti dan
memahami apa yang sahabatnya rasakan..
Dulu aku tidak pernah seperti
ini, tapi ini aku rasakan setelah aku bertemu Mereka yang kurasa mengerti aku
sebagian kecil, walaupun tak sepenuhnya bisa mengerti ku, tapi aku sangat
menyayangi mereka dan mereka sangat berarti untuk ku..
Kenapa mereka sangat berarti untukku,
karna mereka ada disaat aku butuh mereka, walau terkadang aku tak bercerita
kepada mereka, tapi mereka terkadang tau jika aku sedang ada masalah dan aku
butuh nasehat dan lelucon yang selalu mereka berikan kepada ku. Aku tipe orang
yang berusaha menutup keluh kesahku terhadap semua orang, karna aku tak ingin
membuat orang-orang sedih dan ikut memikirkan masalah ku, aku memiliki beberapa
sahabat yang mengerti aku, ntah itu teman dari SD, SMP dan SMA mereka semua
selalu mendengarkan aku disaat aku ingin bercerita keluh kesahku, tetapi ada
juga beberapa orang yang sudah membuat ku comfort berbagi tetapi mereka
meninggalkan aku. Sakit rasanya, dan sangat tidak enak mengetahui orang yang
kita percaya bisa berbagi tetapi dia meninggalkan kita demi seorang “PACAR”,
padahal dulu sebelum dia bertemu sii pacar ceritanya sama kita, tapi terus udah
ada pacar kitanya di kubur dalem-dalem.. hahha
Dan orang-orang disini yang aku
panggil Mereka, mereka tidak pernah meninggalkan ku, ada dikala aku selalu
ingin bercerita, walaupun terkadang aku tak mengharapkan jawaban yang mereka
berikan, karna terkadang responnya nyakitin, terus kadang dianggap becanda. Tapi
aku menghargai itu semua karna mereka mau mendengarkan suara ku..
Walaupun aku terkadang hanya
bercerita sebagian dan mungkin itu gak adil karna aku tak sepenuhnya bercerita
kepada mereka, padahal aku sudah menganggap mereka semua sahabat-sahabatku. Bukan
maksud mau nyembunyiin itu semua, tetapi lebih dimana aku memilah cerita yang
ingin aku sampaikan itu akankah menyakiti perasaan orang lain atau tidak..
Dan aku benar-benar panik dikala
aku tidak sengaja menyakiti perasaan mereka semua, orang-orang yang ku anggap
sahabat. Kejadian ini tak akan pernah
aku lupakan. Karna sebagai manusia kita semua pasti tak akan luput dari kata
khilaf dan aku pun begitu, aku membuat sebuah kesalahan dan membuat salah satu
sahabat ku bersedih, ketika ia meluapkan semua isi hatinya, keluh kesahnya dari
akun jejaring sosialnya aku benar-benar terdiam dan seketika air mata mengalir
deras dipipiku, sunyi malam itu pecah dengan isak tangisku saat melihat
statusnya. Sedih bukan ketika mengetahui apa yang kau lakukan salah, padahal
kau hanya iseng melakukannya. Tanpa pikir panjang akupun langsung mengirim
pesan singkat kepadanya malam itu, ia tak membalas dan pikiran ku amat sangat
kacau malam itu, aku terus menangis hingga jam menunjukkan pukul 01.00 wib,
ntah berapa lama aku sudah menangis. Dan dengan perasaan bersalah aku berusaha
menjalani hari-hariku, walau sahabatku yang lain mensupport aku agar menggapnya
biasa karna aku tlah meminta maaf dan kita semua pasti akan berbaikan. Setelah 2
hari kemudian baru dia membalas dan ia berkata bahwa kemarin ia tak memiliki
pulsa dan ia pun juga meminta maaf, sangat lega rasanya mengetahui bahwa kami
telah bermaafan. Dalam fikiranku bagaimana rasanya jika kami bertemu dan apakah
akan seperti dulu, atau semuanya terasa canggung.. Oh God, help me, buatlah
semuanya kembali seperti semula. Hari itu ternyata teman-teman ngajak ngumpul
bareng, tapi aku lagi sama sahabat ku yang lain. Kenapa semunya harus terjadi
disaat waktu bersamaan, aku harus memilih dengan siapa aku harus bersama. Tetapi
disini aku harus konsekuen, karna aku tlah pergi dengan sahabatku yang k2, jadi
aku gak bisa ikutan ngumpul dengan teman-temanku yang lain. Bingung lagi, pasti
ntar mereka marah. Tapi ternyata mereka tidak marah, hanya saja mereka bilang
aku terlalu ngeksis lantaran sekarang susah dihubungi, itulah kelebihan mereka,
walaupun salah seorang sahabatnya tidak bisa hadir karna sudah duluan bersama
orang lain. Mereka berusaha mengerti, mungkin saja kan mereka jengkel, tapi itu
tidak diperlihatkan mereka dan aku merasa “aman” . senang rasanya bisa bersama
mereka yang ingin mengerti dengan keadaan yang dihadapi oleh temannya yang
lain. Terkadang jika kita sudah memiliki teman yang bisa dibilang sehati, jika
kita udah bersama orang lain, maka temannya itu marah dan bilang pergi aja
dengan sahabatmu yang baru. Mungkin karna dia tak di posisi temannya yang harus
memilih antara teman baru dan teman lama, maka ia bisa berkata seperti itu. Kita
berusaha bersikap adil, tetapi terkadang teman kita tidak begitu mengerti. Sangat
sulit menemukan teman atau sahabat yang mengerti dengan keadaan kita. Walaupun terkadang
ada rasa cemburu dengan teman barunya, tetapi ingatlah bahwa dia tak akan
pernah lupa denganmu, karna kau dan dia telah sama-sama tau sifat
masing-masing. Teman baru bukan selamanya akan ada untuk mu, karna kau belum
mengenalnya seutuhnya, tetapi teman lama mu yang sudah seperti keluargamu
sendiri, pasti akan selalu ada untukmu disaat kau sedih dan senang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar