Tampilkan postingan dengan label cerpen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerpen. Tampilkan semua postingan

Rabu, 17 April 2013

The Dark Side of Jolly Girl : Bagian 2


.....
  menangis dan hanya menangis yang bisa aku lakukan, berkali-kali telepon seluler ku berbunyi. aku tau itu semua sms dan telepon dari sahabat-sahabat ku. mungkin mereka merasa bersalah. ya, mereka emang bersalah banget, gak sadar ? . kuputar lagu rock sekuat-kuatnya dikamarku, agar aku tak harus mendengar suara semua orang, aku sadar pintu kamarku diketuk berkali-kali, mungkin orang dirumah merasa terganggu dengan musik rock yang kuputar. berkali kali lagu misery business, ignorance dan Monster. semakin deras air mata ku. dan akhirnya akupun tertidur, gak sadar waktu kebangun udah jam 08.00 malam. aku keluar kamar, dan kulihat keluarga ku sudah berkumpul di meja makan. melihat wajah mereka yang acuh tak acuh membuat ku sedikit kesal, tidak menanyai penampilan kacau ku. aku anggota keluarga, tetapi aku dianggap seperti tidak ada, menyebalkan bukan. langsung saja aku duduk juga di meja makan, akibat nangis aku jadi lapar berat. setelah selesai makan segera aku masuk kedalam kamar dan mencoba untuk tidur kembali. dan hasilnya aku gak bisa tidur, kenapa. ya tentu saja karena telah tertidur seharian akibat nangis. kulirik hanphone ku yang berbunyi, ada yang telfon tapi no nya gak ada namanya. bunyi hp ku pun mati ketika telfon itu mau ku angkat. dan ketika aku check hp ku ada 135 panggilan tak terjawab dan 26 sms. waw amazing banget, padahal selama ini hp ku paling banyak yang nelpon palingan cuma 5kali sehari. kulihat 21 telfon dari ruri, 32 dari gita, 23 dari sita dan 51 dari vivi. aku tersenyum geli melihat jumlah telp dari sahabatku itu, ternyata mereka memang merasa bersalah banget, spontan rasa jengkel dan marah kepada mereka pun sirna. tetapi ternyata no tak dikenal itu sudah menelpon ku sebanyak 9kali, siapa dia ? apakah itu no baru salah satu sahabatku agar aku mengangkat telpnya, aku seperti mengenali no itu, tapi entah no siapa. tiba-tiba hp ku berbunyi lagi, dan ternyata no tak dikenal itu yang menelepon.
aku : iya? (dengan suara serak aku coba mengangkat telp itu )
orang ditelepon : ....
aku : ini siapa ya? kok diem ? ada perlu apa ya? (aku mulai panik dan menyerangnya dengan berbagai macam pertanyaan)

masih diam dan akhirnya akupun jengkel..
aku : kalo gak ngomong juga telpnya aku tutup nih
Mr. x : eh, jangan ditutup dong,
aku : (kaget ternyata yang nelpon cowok) emang kamu siapa ? ada kepentingan apa kamu sama aku ? dapet no aku dari mana ?
Mr. x : kamu udah nghapus no aku ya ? suara kamu kenapa ? kamu habis nangis ya ?
aku : (makin kaget ketika dia bilang "Aku Udah Ngehapus no DIA" dia ini siapa ? kok aku malah deg-deg'an. mencoba tetap santai dan kujawab) emangnya kamu siapa ? emang kita saling kenal ? apa peduli mu menanyakan tentang aku. pertanyaan ku saja dari tadi tidak kamu jawab. aku gak apa apa kok.. *nada sedikit tinggi akibat kesal
Mr. x : (menghela nafas) hmm.. tidur lagi gih, udah malem, udah pukul 23.45 nih, besok mau sekolah kan ? bye Miss monik, nice dreams (mengakhiri percakapan)
aku : (bingung dan hanya mendengar suara tuutt..tuutt..tuutt.. akibat telp yang telah terputus)

Dan akhirnya aku pun jadi berbicara sendirian, siapa orang itu, sok peduli sekali dia, kenal juga enggak, dan sampai mata ku mengantuk pun aku masih belum mengetahui siapa lelaki yang meneleponku itu.

Alarm hp pun berdering sangat kencang..
aku sengaja ingin berangkat sangat pagi kesekolah karena males kalau nanti salah satu sahabatku menjemput, ceritanya aku masih marah nih sama mereka.
sesampainya disekolah, aku cepat cepat masuk ke kelas dan langsung duduk dipojok, sekolah sangat sepi sekali kalau pagi gini, yang udah datang cuma anak rajin doank nih. karna udara pagi ini sangat dan malam tadi aku kurang tidur sejuk tanpa sadar aku pun tertidur di dalam kelas. entah sudah berapa lama aku tertidur, hingga aku menyadari ada 4 pasang bola mata yang sedang memperhatikan aku. tentu saja para wanita yang mengharapkan kata "di maafkan". terdengar mereka seperti menahan tawa, aku mendengar ada seorang lelaki yang berkata..

lelaki : temen kalian itu malam tadi habis ngeronda ya ? pules gitu tidurnya.. hahaha
perempuan : apaan sih lu jon, sana - sana jangan deket-deket sama kita,lu naksir kan sama monik ? bilang aja monik tu cantik kalo lagi tidur.

mendengar kata-kata perempuan itu, yang aku yakini itu suara gita, ingin rasanya aku terbahak-bahak dan melempar si joni pake buku didalam tas ku ini. tapi aku tetap berusaha untuk pura-pura tidur dan mendengarkan percakapan mereka.

joni : idih,lu apaan sih git. kagak punya otak ya lu ?
gita : lah kenapa ? mungkin aja kan kamu suka sama monik secara monik cantik gitu
vivi : git jangan ngomong gitu ah, ntar si monik malah GeEr lagi udah dibilang cantik hahahaha
joni : iya nih vi, si gita kadang kagak ada otaknya kalo ngomong itu git ya, dikoreksi dulu jangan langsung ngomong aja, kan aku jadi gak enak kalo ntar ada gosip antara aku dan monik. gimana kharisma ku sebagai makhluk tuhan paling tampan di sekolah ini, bisa ancur reputasiku git. (sambil narik telinga gita )



                                                              ****
                                                          to be continue

Sabtu, 15 September 2012

The Dark Side of Jolly Girl

Aku yang selalu dianggap mereka mendengarkan dan selalu tersenyum serta tertawa bersama mereka, tetapi terkadang aku merasa sepi dan sendiri dalam kesedihanku. aku adalah seorang wanita yang berusaha membuat semua orang didekat ku nyaman dan selalu tersenyum tanpa memperdulikan kesedihan dan keanehan akan diriku.

terkadang aku ingin lari jika aku telah merasa lelah akan hidupku, aku yang kelihatannya tidak memiliki rasa cemas dan terkesan tenang padahal jauh di lubuk hatiku, aku sangat kacau dan tidak memiliki makna kehidupan.

Bagiku membagikan masalah dengan orang lain adalah sesuatu hal yang kekanakan, menangis dan meminta pertolongan orang lain sangat bukan tipe ku. lebih baik aku memendam semuanya sendiri, berusaha memecahkan masalah ku sendiri dan jika aku tlah merasa lelah akan masalahku, baru aku menangis meratapi hidupku. aku sangat sulit berbagi dengan orang lain, dari pada aku mengumbar masalahku, menjadi omongan dan menambah beban orang-orang yang aku sayangi.

Jika kau menjadi aku, apakah tindakan ku salah? aku hanya tak ingin menjadi beban orang lain, atau mungkin aku hanya orang yang selalu sensitif dengan perasaan orang lain. ntah lah, aku hanya merasa yang aku lakukan benar.

aku yang selalu riang untuk semua orang disekitar ku, disaat seorang temanku sedih dan memiliki masalah aku selalu berusaha menjadi orang pertama yang ada untuknya, terkadang mereka mencari ku untuk menceritakan keluh kesahnya. aku senang menjadi orang yang dibutuhkan, berarti hidupku tak sia-sia, ternyata masih ada orang ngebutuhin pertolongan aku. terkadang aku menjadi bahan tertawaan mereka, sebenarnya sih gak enak. tapi selama itu semua membuat mereka bahagia, aku berusaha untuk menikmatinya. bahagia rasanya melihat mereka tersenyum dan tertawa.

tapi aku hanya manusia biasa, terkadang aku tak bisa menyembunyikan masalah yang sedang aku alami. terlihat jelas dimata ku bahwa aku sedang tak bahagia, orang tuaku yang selalu menuntut ku menjadi orang yang selalu benar dan jika aku melakukan kesalahan sedikit saja mereka memprotesku, menyakitkan jika sesuatu yang kau lakukan dengan susah payah tapi tak dihargai. mereka ingin kau menjadi yang terbaik tetapi mereka tak melirik sedikit pun kepadamu. ingin rasanya aku menjerit dan memaki mereka semua dan mengatakan bahwa aku telah letih hidup diatur dan tak dihargai seperti ini. tapi lagi-lagi aku hanya bisa diam dan menerima semua ocehan mereka yang merasa dirinya benar. berkali-kali ingin bunuh diri dan menyudahi semua penderitaan hidup ini, tapi aku memikirkan nasib mereka yang selalu bercerita keluh kesahnya terhadapku, apakah mereka akan menemukan orang yang mau mendengarkan seperti aku?

Hari itu langit terasa gelap dan udara yang dingin menusuk sampai kedalam jiwaku yang sepi, aku hanya bisa duduk terdiam dan menangis di dalam kamarku, tempat aku bersandar dan berbagi keluh kesah. aku memutar lagu M2M - The Day You Went Away , aku selalu mendengarkan lagu melow kalo lagi sedih, seketika deras air mata ku bersaing dengan hujan ketika itu. aku sangat menyukai hujan, hujan melambangkan perasaanku disaat aku sedih. aku berfikir dan terus berfikir kenapa ada orang tua, tetapi mereka tak mau mendengarkan anaknya, padahal orang tua adalah sosok yang sangat dibutuhkan anak nya dikala ia sedang bingung dan tak tau harus kemana. mengingat waktu kecil kau sangat disayanginya, tetapi kenapa setelah dewasa kau selalu dianggapnya salah, apa yang kau kerjakan tidak pernah benar. Dimana sosok orang tua yang dulu menyayangimu dan memaafkanmu jika kau melakukan sebuah kesalahan. aku melihat diriku di cermin, sangat kacau seperti orang saiko, rambut acak-acakan, mata bengkak dan berlinangan air mata, tidak bisa dibilang cantik karna mana ada cewek cantik yang matanya bengkak dan rambutnya gak rapi alias urakan.

Selain menagis, mendengar lagu melow aku juga menari dan sangat menyukai menulis, karna menulis bagiku bisa menjadi media disaat aku sedang merasa kacau, aku bisa melampiaskan semua keluh kesah ku di atas kertas.

karna terlalu letih menangis dan meluapkan isi hatiku akhirnya aku tertidur, tiba-tiba aku dibangunkan oleh getaran dari telepon seluler ku. oh god ini teman-temanku ngajakin nongkrong. gimana ni aku lagi kacau banget dan aku gak pengen ketemu siapapun. dan aku pun akhirnya memberanikan diri buat ngangkat telp,
aku : halo git, kenapa?
gita (temenku yang nelp) : nik kamu dimana sih? dari tadi dihubungin gak bisa ?
aku : dirumah git, aku gak bisa ikutan nongkrong ya..
gita : (diam sejenak) loh kenapa? nik suaramu koq aneh gitu? habis nangis ya?
aku  : (diem, dalam hati gua jerit. god koq dia nyadar sih) eng..enggak koq git,
         aneh-aneh aja kamu, hahaha (sambil ketawa biar si gita gak curiga), aku lagi serak ni git, suara gua
         ilang gitu *alibi*
gita : Loh, koq bisa gitu nik? padahal kita mau seru-seruan nih. kamu gak asik ihh..
aku : ya mau gimana lagi git, suara aku serak gini, ntar malah di ledekin anak-anak (berusaha buat ngindar ngmpul)
gita : ikh monik, nyebelin akh, koq ga bisa ikut sih, gaada lu ga rame ni (nada sedih)

 tiba-tiba kedengaran suara temen aku yang lain, dari suara sih ini si vivi..
vivi : mana-mana telpny sini aku yang ngmong (ngerebut hp dari gita), monik?
aku : iya
vivi : kyak afika aja iyaa.iyaa.. kamu ga bisa ikut? kenapa?
aku : hmm.. eh, anu.. aku suaranya serak vi, jadi takut gak bisa ngmong
vivi : ok, bentar lagi kita jemput kamu, siap-siap
aku : (bingung) eh vi aku kan gak ikut
vivi : iy, pokoknya kita udah dijalan nuju rumah kamu
aku : (diam, bingung ) tutt..tutt.tutt suara telp yang udah di tutup

jgeerrr, ni anak emang nyebelin sumpah. aku langsung siap-siap. karna tak ingin ketahuan habis menangis aku mengompres mata ku supaya gak keliatan bengkakny..
kedengaran ada mobil yang parkir, tinn.tinn suara klakson mobil vivi, bentar lagi pasti ngedenger suara jeritan mereka, dan yaa mereka pun menjerit menyebut nama ku. cepat-cepat aku turun.
aku : (berlari kedepan pintu) iya tunggu
teman-teman ku : monikkk..monikkk.. (tinn..tinn suara klakson yang sangat ribut) cepet dongg lama banget sih
aku : pada gak sabaran banget sih, yang mau ikut juga siapa (menggerutu di dalam hati).

akhirnya aku udah diluar rumah dan ngedeketin mobil vivi, pandangan sinis, yang keliatan cuma muka vivi doang karna dia yang bawa mobil, vivi mukanya nyebelin banget sinis.

vivi : cepet naik, anak-anak udah nungguin kamu nih. mata kamu kenapa tu?
aku : (diam) kok maksa sih? aku kan tadinya gak mau ikut (mandang sinis ke vivi)
 
  tiba-tiba pintu belakang mobil kebuka, dan aku langsung ditarik masuk. panik yang aku rasa, kyak diculik nih aku,

aku : akhhhh, apa-apaan nih? lepasin !! *bentakku
teman-temanku : hahahaha, muka mu lucu banget nik, panik gitu. aneh tau gak
aku : rese ya kalian, puas udah bikin aku kyak gini?
vivi : puas banget nik, habisnya selama ini kan kamu yang selalu ngerjain kita-kita
aku : (diam dan dongkol setengah mampus) mau kemana nih?
vivi : duduk manis aja kamu disitu, jangan banyak tanya ! ya gak git?
gita : iy nih, monik diem aja duduk disitu
aku : iyadeh, iya.. (aku liat disekeliling ku ada sita dan ruri juga mereka mandangin aku senyum-senyum *curiga)
ruri : nik kamu ingat rino gak?
aku : rino? (bingung)
gita : ituloh nik yang pernah katakan cinta ama kamu?
vivi : iya, katakan cintanya setelah dia punya cewek.. y gak nik?
aku : udah ah, udah.. npain ngingatin dia, nyesek tau. kesel banget aku kalo ngingat dia.
sita : kita mau ketempat dia ngumpul ni nik..
aku : WHATTT ? (kaget) gak mau ah !! kurang kerjaan bener
vivi : terlambat, kita bentar lagi nyampe hahaha
gita : iy nik, vivi mau belajar maen skateboard soalnya, dia gak mau ngajarin vivi kalo gak ngajak kamu. lagian disana juga banyak cogan
aku : apa urusannya cobak dengan aku? aku gak ada urusan lagi sama dia, aku dan dia END !! ngerti kalian?
ruri : katanya, dia mau bikin semuanya kyak dulu lagi, dia ngerasa gak enak diem-dieman gini sama kamu.
aku : BULLSHIT !!

  tiba-tiba mobil stop ditempat anak nongkrong, banyak bener emang anak skateboard disitu.

vivi : hey rin, jadi kan?
rino : (mandangin kedalam mobil) dia mana?
  aku tau maksud "DIA" itu adalah aku. resek bener ni anak, sumpah.. aku langsung keluar dan berusaha melarikan diri dari situ, nyetopin angkutan umum dan pulang nuju kerumah dengan hati yang kacau banget. sampai dirumah omelan mama menuhin seluruh hati aku, makin kesel, nangis, lagi-lagi aku cuma bisa nangis dikamar.


aku selalu berpikir kenapa orang disekitar ku tidak bisa menghargai dan mengerti aku sedikit saja..
semua yang kulalukan dan kuucapkan semuanya SALAH..
mungkin aku saja yang terlalu perasaan, dan terlalu SENSIAN..
aku masih bisa terima itu jika saja kejadian itu hanya sekali dan tidak sering terjadi, tapi kenyataannya aku sering mengalami itu..
kenapa demikian?
mungkin orang-orang menganggap ku orang yang selalu menerima apa yang mereka katakan dan lakukan dengan lapang dada.. memang begitu kenyataannya, tetapi jika mendapat perlakuan itu terus menerus maka aku juga akan ada di titik BOSAN..


 pikiran ku berkecamuk hari itu, kesal dengan teman-temanku dan ketidak pedulian orang tuaku terhadapku, rasanya aku ingin muntah..


bosan ketika harus melakukan sesuatu yang membuat orang-orang senang, tetapi mereka tidak mau menghargai itu, bosan ketika aku harus menjadi malaikat di antara orang-orang yang kurang menghargai aku..

aku gak pernah mau bilang aku gak suka atau pun ngerasa terganggu, kenapa?
aku takut melukai hati seseorang, aku takut orang itu marah..
makanya aku selalu mendam semuanya sendiri, sakit memang tapi itu sudah sifat aku..
kata orang lebih baik dikeluarin dari pada dipendam sendiri..
tapi aku gak bisa seperti itu,,